12 Fakta Terbaru Penyerangan Mapolsek Ciracas


12 Fakta Terbaru Penyerangan Mapolsek Ciracas – Usai mendapat perawatan, penyidik ​​Pomda Jaya menginterogasi pelari maraton Prada Muhammad Ilham soal penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Banyak fakta baru terungkap.

12 Fakta Terbaru Penyerangan Mapolsek Ciracas

Sumber : news.detik.com

riveraengineering – Hasil investigasi kasus tersebut disampaikan Letkol Danpuspomad Jenderal Dodik Wijanarko dalam jumpa pers yang digelar di Markas Besar POM TNI AD, Rabu (9/9/2020).

Hadir dalam konferensi pers tersebut, Kolonel Pomdam Jaya, Panglima Bpm Andrey Swatika Yogaswara, Mayjen Danpuspom TNI Eddy Rate Muis, dan Direktur Hukum Angkatan Darat (Dir Kumad) Brigjen Tetty Melina Lubis dan Mayor Pangdam Jaya Maj. .

Dodik mengungkapkan Prada Ilham resmi berstatus tersangka. Dodik mengatakan, saat ini sudah tercatat 50 orang sebagai tersangka dan ditahan.

Usai pemeriksaan, Kolonel Pomdam Jaya (Pomdam Jaya) Kolonel Cpm Andrey Swatika Yogaswara mengatakan Prada Ilham meminum anggur merah sebelum terjadi kecelakaan.

Berikut ini Fakta Terbaru Tentang Penyerangan Mabes Polsek Ciracas, Dikutip dari detik.com :

1. Berstatus Tersangka

Sumber : pikiran-rakyat.com

Dodik menuturkan, Prada Ilham (Prada Ilham) awalnya menyelesaikan pengobatan dan langsung menjalani pemeriksaan mendalam di Pomad Jaya.

“Setelah dilakukan pengecekan maraton oleh penyidik, pada 5 September 2020, dia ditetapkan sebagai tersangka,” kata Dodik.

Prada Ilham (Prada Ilham) diduga menyerang Polsek Ciracas dan menyebarkan berita palsu yang menimbulkan keributan. Dodik mengatakan, Prada Ilhan tunduk pada ketentuan hukum pidana dalam Pasal 14 ayat 1 Jo UU Nomor 1 Tahun 1948.

Penyerangan ke Polsek Ciracas diduga dilakukan oleh 100 personel TNI pada Minggu, 30 Agustus 2020. Serangan itu dipicu oleh informasi palsu atau nakal yang diposting oleh Prada MI. Prada MI mengaku, meski hanya satu kecelakaan, ia disiksa hingga terluka.

Baca juga : Fakta-Fakta di Balik Hoaks soal Vaksin dan Covid-19

2. 50 Oknum TNI Jadi Tersangka dan Ditahan

Sumber : megapolitan.kompas.com

Dodik menjelaskan, sejauh ini 81 personel TNI dari 34 unit sudah diperiksa.

Dodik berkata: “Mereka yang telah ditingkatkan statusnya menjadi mencurigakan dan ditahan sebanyak 50 orang.”

Puspomad juga melakukan penelitian terhadap 3 personel. Pada saat yang sama, beberapa anggota TNI kembali ke unit tersebut.

Dodik mengatakan: “Karena mereka murni saksi mata, 23 personel untuk sementara dipulangkan ke unit.”

3. Prada Ilham Tenggak Anggur Merah

Sumber : polkrim.news

Sebelum terjadi kecelakaan, Prada MI sedang minum-minum.

Kolonel Pomdam Jaya Cpm Andre Svatika Yoga Swara mengatakan: “Oleh karena itu pada tanggal 27 Agustus, WIB Prada MI akan mengadakan acara minum-minum sekitar pukul 18.00.”

Prada MI sedang minum-minum dengan dua rekannya. Kedua rekannya itu berinisial ZH dan AN.

“Bersama 2 orang rekannya, Serka ZH, Prada AN, dan 2 gelas gelas ukuran Aqua,” kata Kolonel Yogaswara.

4. Beli Anggur Merah Dekat Kantor

Sumber : news.detik.com

Prada Ilham membeli anggur merah di dekat Biro Urusan Hukum di kantornya.

Letnan Jenderal Dodik Wijanarko Danpuspomad mengatakan: “Yang mabuk itu sejenis gin, sejenis anggur merah yang dibeli di kantor Dirkumad.”

Prada Ilham meminum 2 gelas anggur merah. Dua saksi membenarkan pernyataan ini.

“Yang bersangkutan sedang minum anggur merah merek emas saat itu. Saat saksi memberi keterangan saat Serka ZBH dan Prada AN sedang minum bersama, dipastikan tersangka Prada MI diyakini hanya minum 2 gelas.” Dodik.

5. Mabuk-mabukan di Ruang Piket Dirkumad

Sumber : publica-news.com

Prada MI mabuk di ruang piket Biro Hukum Angkatan Darat (Ditkumad) di kawasan Ciracas.

Kolonel Pomdam Jaya Cpm Andre Svatika Yoga Swara mengatakan: “Oleh karena itu pada tanggal 27 Agustus, WIB Prada MI akan mengadakan acara minum-minum sekitar pukul 18.00.”

Menurut Kolonel Yogaswara, Prada Ilham dan dua rekannya Serka ZH dan Prada AN minum air mineral sebanyak 2 gelas. Dalam slide yang ditempelkan pada Kolonel Yoga, diketahui bahwa acara minum-minum berlangsung di ruang piket kantor Dirkumad, tempat Prada Ilham bekerja.

Setelah minum, Prada Ilham kemudian kembali ke kediamannya di dekat Cibubur melalui Arundina, tempat ia jatuh. Pada CCTV yang diperiksa, Prada Ilham ditemukan terjatuh atau mengalami kecelakaan lalu lintas karena tidak bisa mengendalikan sepeda motor yang dibawanya.

Sepeda motor yang diusung Prada Ilham itu milik atasannya. Prada Ilham tidak ingin atasannya mengetahui bahwa dia mabuk, jadi dia merekayasa penyiksaannya

6. Bohong karena Takut Ketahuan Mabuk

Sumber : news.detik.com

Prada Ilham berbohong kepada temannya karena takut mabuk sebelum kecelakaan.

“Jika Anda tahu bahwa orang tersebut minum anggur merah merek emas sebelum kecelakaan lalu lintas, unit akan merasa takut.” (9 September 2020).

Kesaksian banyak saksi mata yang minum dengan Prada Ilham juga membenarkan fakta ini. Dodik mengatakan Prada Ilham minum lebih dari satu cangkir.

“Minum dua gelas lagi,” kata Dodik.

Selain itu, Prada Ilham merasa malu atas kecelakaan bosnya akibat alkohol.

7. Kendarai Motor Atasan Tanpa SIM C

Sumber : news.detik.com

Letkol Danpuspomad, Jenderal Dodik Wijanarko mengungkapkan alasan Prada MI menyebarkan informasi palsu yang menyebabkan hancurnya Polsek Ciracas.
Seperti kita ketahui, Prada MI sebelum penyerangan itu berbohong bahwa dia dipukul. Sebenarnya, Prada MI tidak diserang, namun di perempatan lampu lalu lintas Arundina terjadi kecelakaan sepeda motor di sekitar Jalan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.

Letnan Jenderal Dodik mengaku berbohong karena takut bosnya mengatakan yang sebenarnya. Hal ini dikarenakan motor yang dikendarainya adalah motor yang dipinjam dari bosnya.

Dodik mengatakan: “Sebelum terjadi kecelakaan lalu lintas akibat meminum anggur merah dan emas, dan ia takut merasa bersalah atas kejadian tersebut, sepeda motor Honda Blade hitam nopol-B 3580-TZH yang dipinjam bosnya rusak,” kata Dodick.

Dodik juga mengatakan, meski Prada MI tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) C, dia takut dituntut karena mengendarai sepeda motor. SIM disiapkan khusus untuk pengendara sepeda motor.

Ia mengatakan: “Kecuali takut digugat, karena tidak memiliki SIM C saat mengendarai motor dan tidak membawa STNK.”

Meski begitu, Dodik menegaskan bahwa Prada MI dinyatakan buruk untuk obat-obatan. Prada MI juga saat ini ditahan di Denpom Jaya II Cijantung Pomda Jaya.

8. 6 Oknum TNI AL Jadi Tersangka

Sumber : indozone.id

Selain Angkatan Darat (AD), ada tersangka lain dari Angkatan Laut (AL) yang disebut-sebut sebagai tersangka penyerangan di Polsek Siracas.
Awalnya, Letnan Jenderal Dodik Widjanarko, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Tentara Nasional Indonesia, mengatakan dari 81 orang yang diperiksa, ditemukan 50 tersangka. Dodik mengatakan, ke-50 tersangka yang dicalonkan itu berasal dari TNI.

Pasca kejadian, Jenderal Eddy Rate Muis, Mayor TNI Dempspoon, mengatakan ada beberapa prajurit TNI AL sebagai tersangka. Ia juga menyebut ada yang menginterogasi anggota TNI Angkatan Udara.

Jadi sampai saat ini TNI Angkatan Laut, TNI AL, dan TNI semuanya memiliki 106 prajurit yang dimintai keterangan, termasuk 81 dari TNI AD dan 10 TNI AL., 15 anggota TNI AU, ”Mayjen Eddie mengatakan pada Rabu (9/9/2020) di konferensi pers.

Eddie lantas menyebut 6 tersangka di TNI AL diangkat dari 50 orang TNI AD yang disebutkan Letnan Jenderal Dudi. Pada saat yang sama, Eddy dari TNI AU masih dalam proses pendalaman.

Kemudian tersangka ada 3 orang, masing-masing dari 3 unit, total 56 orang. Saya akan ulangi 56 orang dan perkenalkan secara detail 50 tentara TNI dan 6 TNI AL, sedangkan TNI AU masih dalam proses pendalaman. Kata Eddie.

Baca juga : Fakta-fakta Mencekam Prajurit TNI Tewas Ditusuk Oknum Perwira di Hotel

9. Tidak Pernah Bermasalah, Tanggung 4 Adik

Sumber : era.id

Teti Melina Rubis, Brigjen TNI (Dirkumard), mengatakan Prada Ilam tidak punya catatan buruk sebelumnya.

Teti mengatakan dalam jumpa pers yang digelar di Puspomad, Gambier, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2020): “Setelah ini terjadi, saya tidak pernah bertanya kepadanya.”

Tetty mengungkapkan bahwa Prada Ilham memiliki empat orang adik untuk mendukungnya. Karena Prada Ilham tidak punya ayah.

Katanya: “Yang bersangkutan juga punya tanggungan, yang masih satu orang, serta tanggungan empat adiknya. Karena ia juga yatim piatu di Medan, ia harus dibiayai.”

“Ini yang saya tahu, asal setelah kejadian ini saya tanya orang ini apakah dia melanggar,” lanjut Teti.

Lebih lanjut Tetty mengungkapkan, Prada Ilham adalah seorang prajurit dan ditugaskan di Badan Pembinaan Hukum (Babinkum) TNI. Prada Ilham diperbantukan sebagai pengemudi.

Ia mengatakan: “Sampai kemarin, karena BP ada di Babinkum. BP ditetapkan sebagai sopir Babinkum.”

10. Daftar Satuan TNI yang Prajuritnya Terlibat Penyerangan

Sumber : kupang.tribunnews.com

Sebagian besar identitas tersangka berasal dari Komando Angkatan Darat (Diet Kumard).

Komandan Cpm Andrey Swatika Yogaswara Kolonel Pomdam Jaya mengatakan: “Identitas tersangka tertinggi selama ini adalah Ditkumad. Tertinggi kedua Kostrad Hub, dan tertinggi ketiga adalah Yon Bekang 1 Kostrad.” Mabes AD, Rabu (9/2). / 9/2020).

Selain itu, Andrey juga menyebut tiga unit yang paling banyak diperiksa. Ini termasuk Ditkumad, 3 Kamp Suplai Angkutan Darat (Angkutan Darat Yon Bekang 3) dan Angkutan Kostrad (Hub Kostrad).

Andrei mengatakan: “Calon pertama yang paling banyak disurvei dari Ditkumad, seri kedua dari Yon Bekang 3 Darat, dan kemudian seri ketiga dari Kostrad Hub, sudah dicek.”

Pada kesempatan yang sama, Kolonel Budi, Ketua Tim Pengintai Puspom, Departemen TNI AL, menyebutkan jumlah tersangka yang diidentifikasi dari TNI AL. Ada 6 tersangka.

11. Kapolda Metro Ikut Tanggung Kerugian Materil

Sumber : id.berita.yahoo.com

Pangdam Jaya Mayor. Jenderal Dudung Abdurachman menuturkan, polisi menderita lebih dari Rp 1 miliar. Namun, kerugian itu tidak ditanggung TNI AD, melainkan Inspektur Nana Sujana, Inspektur Kepala Polda Metro Jaya Nana Sujana.

Selain itu, terutama kerugian yang menyebabkan kerugian besar bagi pihak kepolisian, yang jumlahnya sekitar Rp 1,63 miliar. Pimpinan TNI AD akan mengkompensasi kerugian tersebut dari TNI. DuPont mengatakan dalam jumpa pers, Rabu (9 September 2020): Bagi Kapurda, TNI-Polri di Jakarta pada dasarnya tetap kuat. ”

Dudung mengungkapkan, kerugian yang dialami TNI AD mencapai Rp 596 juta. Kerugian tersebut untuk sementara ditanggung oleh tentara Indonesia dan kemudian dialihkan kepada pelaku penyerangan.

Jumlah pengaduan dari korban penganiayaan fisik sebanyak 23 pengaduan. Dari 109 orang tersebut, 109 mengalami kerugian materi, 13 di antaranya mengalami penganiayaan dan kerugian materi.

12. Ada yang Warga Dipukul Lalu Dilindas

Sumber : jpnn.com

Mayjen Dudung Abdurachman dari Bondin Jaya mengatakan, 23 korban penganiayaan fisik terkait penyerangan yang dilakukan Polres Ciracas di Jakarta Timur. Dudung mengungkapkan bahwa mereka tidak berdaya saat diserang.

“Dari hasil persidangan ulang, ada 23 pengaduan dari korban yang mengalami penganiayaan fisik. Ini berupa penyiksaan, penusukan, dan pemukulan. Lalu ada penusukan, ada yang dipukul, lalu dibawa turun. Kewalahan dengan sepeda motor, ”kata Dudung dalam jumpa pers, Rabu (9/9/2020).

Dudung juga mengatakan 109 orang mengalami kerugian materil. Yang mengalami kerugian berasal dari pihak kepolisian karena beberapa pos polisi diserang dan sebagian berasal dari masyarakat.

Ia mengatakan, korban penyerangan itu berkisar dari warga di pertigaan T Arundina hingga Polsek Ciracas. Kerugian TNI AD telah merugikan masyarakat. Sampai dengan 7 September 2020, total kerugian yang dibayarkan adalah 596 juta rupiah.

Related Post