7 Kasus Pembunuhan Bikin Heboh


7 Kasus Pembunuhan Bikin Heboh – Banyak pembunuhan sadis yang dilakukan oleh sekelompok orang atau individu yang mengejutkan seluruh masyarakat. Setiap kasus pembunuhan pasti memiliki motif dan metode pembunuhan yang berbeda.

7 Kasus Pembunuhan Bikin Heboh

Sumber : nasional.sindonews.com

riveraengineering – Secara umum, kasus pembunuhan sadis biasanya dimotivasi oleh orang dekat atau pembawa pesan yang membawa celaka atau uang.

Di kutip dari sindonews.com , berikut Rangkaian pembunuhan yang menghebohkan publik Indonesia.

1. Pembunuhan Presdir PT Asaba

Sumber : elshinta.com

Saya masih ingat pernah dibunuh 60 tahun setelah pembunuhan direktur utama PT Asaba Boediharto Angsono pada tahun 2003. Nasib malang juga jatuh ke tangan Eddie Siyet (Edi Siyet), 33 tahun, yang merupakan sersan mayor kedua yang menjaga Budi.

Belakangan, pembunuh bos Asaba terungkap. Tim gabungan Korps Marinir dan Polda Metro Jaya menembak mati Syam Ahmad Sanusi di kawasan Pandeglang, Banten.

Sebelum meninggal, Syam menggunakan senjata untuk bertempur yang mengakibatkan tiga orang anggota komando terluka, termasuk Ananta. Syam adalah eksekutor pembunuhan direktur utama PT Asaba pada tahun 2003.

Ia menindak Suud Rusli yang ditangkap atas permintaan Gunawan Santoso, ditangkap dan dilempar ke Nusakambangan.

Posisi terakhir Sham adalah komandan pengintaian amfibi. Namun, Syam mengundurkan diri dengan hormat sejak menjadi tersangka pembunuhan. Saat ini jenazah Syam masih disimpan di Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo, Jakarta Pusat.

Baca juga : Penyebab Banjir Semarang, Jakarta, Jawa Barat & Update Situasi Terbaru

2. Pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen

Sumber : kaltim.tribunnews.com

Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) dan cucu PT Rajtrali Nusantara Indonesia (RNI), juga mengalami pembunuhan yang menghebohkan publik. Pada tanggal 14 Maret 2009, cucu dari PT Putra Rajawali Banjaran (PRNI).

Polisi menangkap enam orang yang diduga sebagai pembunuh bos perusahaan yang bergerak di bidang alat kesehatan.

Dalam pemeriksaan penyidik, sub-tangan tersebut mengaku dijanjikan gaji Rp 500 juta oleh seseorang yang disebut-sebut sebagai orang kuat, namun yang dibayarkan hanya Rp 250 juta.

Selain enam eksekutor Wiliardi Wizard (WW), ia juga menjabat sebagai anggota Polsek aktif setingkat Kombes yang kini menjabat Kapolres Jakarta Selatan. WW mengaku menyediakan pembunuhan berencana kepada orang-orang.

Ia pun mengaku harus bekerja setelah mendapat dana dari Sigid Haryo Wibisono (SHW), pengusaha pemilik PT Pers Indonesia Merdeka, dan menghubungi Jerry Kusuma (JK).

SHW kemudian ditangkap oleh polisi dan mengaku mendanai pembunuhan tersebut. Dia juga mengkomunikasikan siapa target penembakan itu. Sijid juga mengungkapkan Antasari Azar (AA) terlibat dalam plot pembunuhan Nasruddin.

Polisi akhirnya memanggil dan memeriksa AA dari pernyataan SHW dan menyebutnya sebagai tersangka. Belakangan, motif pembunuhan itu karena perselingkuhan Antasari Azhar, Rani Jualiani, dan Nasrudin.

3. Pembunuhan Angeline di Bali

Sumber : bangka.tribunnews.com

Sayangnya, pembunuhan Angelin terjadi di Bali pada 2015. Kejadian ini menjadi perbincangan karena orang tua angkatnya memposting berita di Facebook untuk menemukan Angelin yang kehilangan fotonya.

Akhirnya, diketahui bahwa ibu angkatnya Margaret Christina Megway dan Argus Tai Hamba May (pembantu) membunuhnya. Mayatnya ditemukan membusuk dan dipenuhi sampah di halaman belakang rumah. Margriet dijatuhi hukuman penjara seumur hidup untuk tindakan ini.

4. Pembunuhan Mirna

Sumber : tribunnews.com

Sejak 6 Januari tahun lalu, meninggalnya Wayan Mirna Salihin menyedot perhatian publik. Wanita berusia 27 tahun itu bertemu dengan dua rekannya, Jessica Kumara Wangso dan Hani, di restoran Olivier di Jakarta, kota perbelanjaan terbesar di Indonesia, dan meminum secangkir es kopi Vietnam. Sianida yang terkandung di dalamnya diracuni hingga mati.

Pihak berwenang Polda Metro Jaya yang mengambil alih kematian Mirna dari Polres Jakarta Pusat mengatakan, sianida yang masuk ke tubuh Mirna secara kimiawi dapat menyerang organ dan jaringan tubuh.

Petugas Medis dan Kesehatan Polda Metro Jaya, komisaris Murdafa, mengatakan: “Penyebab utama kematian Mirna bukanlah cedera perut yang tidak bisa dijelaskan, tapi diduga zat korosif.”

Tim forensik yang melakukan otopsi terhadap jenazah Mirna di RS Polri memastikan perut Mirna mengalami kerusakan. Mereka mempelajari zat korosif ini dari reaksi indra perasa setelah mencicipi kopi, yakni berbusa di mulut dan pengerasan tubuh.

Polisi kemudian melakukan pra konstruksi di restoran Olivier pada Senin (11/1). Mereka juga mengikuti tim Sistem Identifikasi Sidik Jari Otomatis Nasional (Inafis) Indonesia dan tim laboratorium forensik Mabes Polri.

Adegan sebelum rekonstruksi menunjukkan bahwa Mirna terkejut setelah meminum kopi yang dipesannya.

Saat itu, Hani menunjukkan reaksi Milner setelah minum kopi. Dia mengulangi kalimat ini berulang kali: “Sayang sekali, sayang sekali.”

Setelah rekonstruksi, polisi membawa banyak barang bukti dari Olivier’s Restaurant untuk diselidiki, termasuk kamera pengintai (CCTV) dan beberapa peralatan untuk menyeduh kopi Vietnam yang diminum oleh Mirna.

Polisi menggeledah rumah Jessica di kawasan Sante, Jakarta Utara pada Selasa (12/1). Namun, penyidik ​​tidak dapat menemukan celana yang dikenakan Jessica pada hari kematian Mirna.

Usai penggeledahan, Direktur Reserse Kriminal Umum dan Komisioner Polda Metro Jaya Krishna Murti mengatakan bahwa Jessica adalah calon saksi kematian Mirna.

“Dia berada di TKP, dia memesan kopi, membayar kopinya, dan menunggu korban. Ini benar,” ujarnya.

5. Mutilasi Ryan

Sumber : tribunnews.com

Salah satu pembunuhan yang menarik perhatian publik adalah pembunuhan berantai dan mutilasi. Awalnya, kasus itu terungkap lewat penemuan anggota tubuh di Jakarta pada 2008 lalu. Korban diidentifikasi sebagai Heri Santoso.

Belakangan diketahui bahwa pelakunya sangat Edem Henyanxia (Ryan). Ryan ternyata melakukan pembunuhan lagi dan menguburkan korban di halaman belakang rumahnya di Jombang. Korban tak tergoyahkan mencapai 11 orang. Pada 2009, Ryan dijatuhi hukuman mati.

6. Pembunuhan di Pulo Mas

Sumber : r3.rappler.com

Perampokan yang terjadi di Pulomas tiga tahun lalu mengejutkan banyak orang, terutama keluarga korban yang ditelantarkan, masih sering diimpikan oleh ibu-ibu korban. Pada 27 Desember 2016, tiga tahun lalu, terjadi perampokan sadis di Pulomas.

Perampok tidak hanya mengambil harta dari rumah mewah ini, tetapi juga melakukan hal-hal keji lainnya. Sebelas orang di rumah itu dikunci di kamar mandi sempit berukuran 1,5 x 2 meter.

Kejadian tersebut mengakibatkan 6 orang meninggal.

Ini termasuk Dodi Triono (pemilik rumah) dan kedua anaknya, Diona Arika (16 tahun) dan Dianita Gemma (9 tahun).

Bagi Saphira, kehilangan suami dan anak tentu tidak mudah.

Meski sudah tiga tahun berlalu, tentu tak mudah melupakan kenangan kelam tersebut.

Selain itu, kedua anaknya tewas karena kekejaman para perampok.

Saphira pun mengaku kerap memimpikan keluarganya yang sudah meninggal.

Polisi melihat unsur rencana terkait perampokan di kediaman mewah Jalan Pulomas Utara, Dodi Triono. Pelaku didakwa dengan Pasal 340, Pasal 338, Pasal 365, dan Pasal 333.

Baca juga : 9 Pembunuh Bayaran Paling Mengerikan di Indonesia

7. Pembunuhan 1 Keluarga di Sigi

Sumber : isubogor.pikiran-rakyat.com

Sebuah keluarga di desa Kabupaten Sigi Lemba Tongoa di Sulawesi Tengah dibunuh oleh orang tak dikenal dan kemudian ditemukan oleh salah seorang anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Penganiayaan terjadi pada pukul 09.00 pada Jumat (27/11) WITA. Menurut sekretaris desa Lombardongoa di Rife, ada empat korban.

Kapolda Sulawesi Tengah dan Irjen Pol Abdul Rahman Basso menjelaskan kronologis kejadian tersebut. Pada Jumat (27/9) di Pesta Olahraga Paralimpiade Dunia pukul 09.00, sekitar 8 OTK mendatangi salah satu ruangan, masuk dari belakang dan membawa beras kurang dari 40 kg.

Basso mengatakan di Palu: ” Sejak itu, dia menganiaya tanpa membuat pernyataan apapun, menggunakan senjata tajam tanpa manusia, mengakibatkan empat korban. Demikian dikutip dari Antara, Minggu (29/11).

Hal tersebut disampaikan Baso dalam jumpa pers yang didampingi oleh Komandan Korem 132 / Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf, dan Wakil Kepala Polda Sulawesi Tengah Hery Santoso.

“Setelah itu OTK membakar sekitar enam rumah. Saya sendiri memeriksa langsung di TKP kemarin. Dari enam rumah ini, empat dibakar. Hanya dua yang dapur belakang tidak satu lagi beratap alang-alang. Inti rumah, ” dia melanjutkan.

Basso membenarkan bahwa pelaku kekerasan yang menimbulkan korban jiwa di Kabupaten Siji tersebut diduga dilakukan oleh Dongpo Jihad Indonesia.

Ia mengatakan: “Menurut keterangan saksi mata, kejadian ini kami konfirmasi dengan foto, dan DP

Related Post