Fakta Baru Anggota TGPF-Prajurit TNI Ditembak KKB


Fakta Baru Anggota TGPF-Prajurit TNI Ditembak KKB – Sindikat kejahatan bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua, kembali beraksi. Kali ini, korbannya adalah Persatuan Tim Pemeriksa Fakta Intanjaya (TGPF) yang dipimpin oleh Jaksa Agung Harian Polri (Purn) Benny Mamoto.

Fakta Baru Anggota TGPF-Prajurit TNI Ditembak KKB

Sumber : surabaya.tribunnews.com

riveraengineering – Korban penembakan pertama adalah Sertu Faisal Akbar dari Satgas Hitadipa Apter, ditembak di pinggang dan dalam keadaan sadar. Korban lainnya adalah dosen dari UGM yang masuk TGPF, Bambang Purwoko saat ini dalam keadaan sadar. Bambang mengalami luka tembak di pergelangan kaki kiri dan pergelangan tangan.

Penembakan terjadi di kawasan Kampung Mamba Bawah Kecamatan Intan Jaya Hipadita pada pukul 15.30 WIT hari ini. Saat itu, TGPF sedang dalam perjalanan pulang dari distrik Hitadipa ke Sugapa.

Di kutip dari detik.com , Inspektur Jenderal Polda Papua Paulus Waterpauw mengatakan: “Kami aparat penegak hukum, bukan kami yang melakukan pendekatan ini. Kami akan terus memburu para pelakunya.”

Berikut Fakta terbaru KKB melakukan penyerangan terhadap TGPF Intan Jaya:

1. Korban Luka Akibat Penyerangan Diterbangkan ke Jakarta

Sumber : aceh.tribunnews.com

Pesawat TNI AU mengevakuasi korban Bambang Purwoko ke Jakarta. Sertu Faisal Akbar juga sama.

Brigjen Asops Kogabwilhan III dari Saswatio mengatakan, korban penembakan KKB telah dievakuasi ke Timika. Setelah itu, kedua korban langsung terbang ke Jakarta.

Saswatio mengatakan kepada wartawan: “Kedua korban yang mewakili Banbanbang dan Sertu Faisal telah dievakuasi dan segera terbang ke Jakarta dengan angkatan udara.”

Kedua korban tersebut menggunakan helikopter EC-725 / HT-7206 TNI AU untuk terbang dari Hindustan Jaya ke Timika, dan akan terus terbang ke Jakarta menggunakan pesawat Boeing 737 / AI-7302 TNI AU.

Baca juga : 7 Kasus Pembunuhan Bikin Heboh

2. Korban Dievakuasi ke Jakarta dalam Kondisi Peluru Bersarang di Kaki

Sumber : merdeka.com

Menurut laporan, korban Bambang Purwoko dalam keadaan stabil. Namun, peluru di atas pergelangan kaki tidak bisa dilepaskan.

“Saat ini Bambang Purwoko yang mengalami luka tembak di atas engkel kirinya saat ini dalam kondisi stabil. Namun karena minimnya alat kesehatan di UPTD RSUD Intan Jaya, peluru masih tertimbun,” Kogabuweierhan Czi IGN Suriastawa, kepala sekolah dari Tiga Dunia, berkata.

Sertu Faisal Akbar juga dikatakan dalam kondisi stabil. Faisal mengalami luka tembak di pinggang kirinya dan menembus punggung kiri.

Suriastawa mengatakan: “Sertu Faisal Akbar mengalami luka tembak dari pinggang kiri belakang hingga pinggang kiri depan. Kondisinya stabil dan tidak ada pendarahan.”

Suriastawa memastikan kedua korban dievakuasi dengan selamat ke Jakarta di Intan Jaya. Dalam proses evakuasi, kedua korban didampingi oleh beberapa dokter TNI.

Seluruh proses evakuasi seluruh anggota Tim Investigasi Fakta Bersama (TGPF) Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan serta aparat keamanan TGPF ke Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya berjalan dengan aman dan lancar, tambah Suriastawa. .

3. 2 Korban Penembakan Ditangani Tim Medis RSPAD

Sumber : cnnindonesia.com

Korban Bambang Purwoko dan Sertu Faisal Akbar langsung dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Dua di antaranya langsung dijemput tim medis di RSPAD Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur.

Wakil Ketua TGPF Sugeng Purnomo mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Pagi ini, anggota TGPF dan anggota TNI yang terluka dalam serangan itu telah dievakuasi ke Jakarta dan mendapat perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit Angkatan Darat.”

Jenderal Albertus Buddy, Mayor Caps Caesar, juga mengatakan tim medis Rumah Sakit Angkatan Darat Geto Sobroto akan mengamati kondisi kedua korban untuk mengambil tindakan lebih lanjut.

“Nanti kita lihat di mana letak masalahnya, dan akan kita periksa lagi apakah perlu tindakan lebih lanjut. Apakah perlu dioperasikan atau cukup perawatannya? Tim RSPAD juga ada di Halim,” kata Budi saat dihubungi.

4. Usai Diserang, TGPF Lanjut Investigasi Gunakan Rompi Antipeluru

Sumber : cnnindonesia.com

Delegasi TGPF memastikan proses investigasi terus berlanjut. Tim kembali ke Sugapa untuk memeriksa saksi-saksi yang ditembak mati pendeta beberapa waktu lalu.

“Saat ini tim masih berada di Sujapa dan melanjutkan pemeriksaan dengan memeriksa beberapa saksi, termasuk yang dijadwalkan ulang kemarin. Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari wawancara dengan banyak saksi di lokasi syuting Pastor Yeremias Zambani.

TGPF Intan Penyidik Jaya Benny Mamoto dalam keterangan tertulisnya mengatakan: “Pertemuan diadakan di Hitadipa hari ini Jumat.

Benny berdoa agar pemeriksaan berjalan lancar. Dia melanjutkan: “Mohon berdoa agar rencana selanjutnya dapat berjalan lancar sampai kita menyelesaikan tugas ini.”

Benny mengatakan TGPF saat ini mengenakan rompi antipeluru untuk melindungi dirinya. Penggunaan helm dan rompi merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga tim dapat terlindungi dari serangan.

“Kami menggunakan rompi dan helm antipeluru karena ini wilayah yang berbahaya. Kami tidak tahu waktu dan tempat penyerangan, dan itu sudah menjadi SOP untuk wilayah konflik semacam itu. Kalau tim ini adalah kombatan, maka itu terbukti. jadilah anggota TGPF Pak Bambang adalah seorang warga sipil, dosen dan peneliti UGM di Yogyakarta.

5. Ketua TGPF Syok Diserang KKB

Sumber : news.detik.com

Intan Jaya Benny Mamoto, Ketua Tim Pemeriksa Fakta Gabungan (TGPF), mengatakan kondisi timnya saat ini sedang baik-baik saja. Benny mengungkapkan, pihaknya kaget saat dicegat dan ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Intanjaya, Papua.

Benny mengatakan: “Anggota tim saat ini dalam kondisi baik. Wajar sedikit terkejut kemarin, tapi sekarang kami sudah pulih, dengan semangat tinggi, dan kami semua berkomitmen (berdedikasi) untuk menyelesaikan tugas ini dengan baik.”

Selain itu, Benny menyatakan, sekalipun ada anggota satgas yang ditembak oleh KBB, pihaknya akan terus melakukan penyidikan hingga tuntas. Ia menegaskan, tim bentukan Mahfud Md, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, tidak akan takut.

Ia mengatakan: “TGPF sama sekali tidak mempermasalahkan kejadian penembakan kemarin, karena penembakan tersebut menyebabkan salah satu anggota timnya, Pak Bambang Purwoko, tertembak. Kami akan terus bekerja keras menyelesaikan tugas yang diberikan kepada tim dengan pemerintah.”

Baca juga : 5 Fakta Teror KKB di Distrik Sugapa

6. Geram Dengan Ulah KKB, Kapolda Papua Tegaskan Kejar Pelaku

Sumber : inews.id

Kapolda Papua Inspektur Paulus Waterpauw dan Pangdam Cenderawasih Jenderal Herman Asaribab mengunjungi Timika. Keduanya datang untuk mengevaluasi penembakan KKB.

Peristiwa tersebut membuat Bambang Purwoko, dosen Universitas Gajada Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Investigasi Fakta (TGPF) Intan Jaya, dan Sertu Faisal Akbar, seorang prajurit TNI, mengalami luka tembak.

Paulus menegaskan saat itu bahwa dia akan mengejar para pelakunya. Pihaknya tidak akan mendekati pelaku penembakan.

Paulus mengatakan di Papua Timika: “Kami aparat penegak hukum, bukan kami yang melakukan pendekatan ini. Kami akan terus memburu para pelakunya.”

Ia juga meminta para pemimpin daerah untuk aktif menghubungi orang-orang berpengaruh di masyarakat. Menurutnya, perlu ada cara yang lebih baik.

“Makanya kami ingin kabupaten dan golongan melakukan pendekatan. Kalau pendekatan ini terus kami lanjutkan akan sulit. Kami selalu dituduh dan dituduh melakukan pelanggaran HAM, pelanggaran HAM, HAM apa? Dan anggota kami.

Ini dia Paul Waterpauw (Paulus Waterpauw) mengatakan: “Jelas siapa pelakunya, bukan siapa yang tersusun, dan pemerintah harus secara aktif mengadopsi pendekatan ini.

Paulus mengatakan bahwa saat ini tidak ada rencana untuk menambah pasukan setelah Tentara Pembebasan Kosovo melepaskan tembakan. Pelaku penembakan Intan Jaya adalah beberapa tim. Mereka berkumpul di Sugapa. Organisasi tersebut juga melancarkan serangan di pos cadangan Kolamir.

Paulus menambahkan: “Karena tidak ada perlindungan yang disediakan untuk anggota tim, tidak ada pasukan tambahan yang ditambahkan.”

Related Post