Fakta Gunung Semeru Meletus dan Rekomendasi PVMBG


Fakta Gunung Semeru Meletus dan Rekomendasi PVMBG – Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan awan panas pada pagi hari Selasa (1 Januari 2020). Awan panas yang meletus dari Gunung Jawa Timur berlangsung selama hampir tiga jam.

Fakta Gunung Semeru Meletus dan Rekomendasi PVMBG

Sumber : tirto.id

riveraengineering – Terkait aktivitas pegunungan ini, Badan Geologi Pusat Mitigasi Bencana Gunungapi dan Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan tingkat aktivitas Gunung Semeru sebagai Tingkat Siaga II.

Status alarm level II ditentukan berdasarkan hasil pengawasan visual dan kelembagaan, serta potensi bahaya. Berikut Fakta Tentang Letusan Gunung Semeru yang dikutip dari kompas.com.

1. Erupsi asap dan cuaca di sekitar Gunung Semeru

Sumber : kompas.com

Berdasarkan pantauan PVMBG dalam keterangan resminya, disebutkan bahwa mulai 1 Oktober hingga 30 November 2020, gunung tersebut terlihat jelas hingga tertutup kabut tebal.

Asap yang diamati dari kawah ini sebagian besar berwarna putih dan abu-abu, dengan intensitas lemah hingga sedang, sekitar 50-500 meter dari puncak gunung.

Gunung berapi dan sekitarnya juga memiliki cuaca cerah hingga hujan, dan lemah hingga angin kencang di utara, timur laut, timur, selatan, barat daya, dan barat.

Perubahan suhu udara ambien juga tercatat sekitar 19-32 derajat Celcius. Letusan Gunung Semeru yang terus menerus menyebabkan puncak kolom vulkanik mencapai 500 meter dari kawah atau puncak.

Baca juga : 12 Fakta Terbaru Penyerangan Mapolsek Ciracas

2. Guguran batu

Sumber : jateng.tribunnews.com

Longsoran batuan yang dimulai dari periode puncak terjadi di Gunung Semeru, namun sudah tidak berlangsung sejak 19 Oktober 2020.

Namun pada 28 November 2020, jumlah longsoran meningkat secara signifikan, dan kemudian awan panas turun dari ujungnya. Jarak maksimum lidah magma meluncur 1 km ke arah tenggara lereng.

Pantauan PVMBG juga mencatat bahwa mulai Selasa, 1 Desember 2020, mulai pukul 01.23 Badan Meteorologi Dunia (WIB), terpantau awan panas turun dari kubah gunung, dan akan meluncur ke arah Kobokan di sebelah tenggara gunung. puncak Gunung Semeru besok 2 11 kilometer.

3. Kegempaan

Sumber : merdeka.com

PVMBG juga mencatat jumlah dan jenis gempa di gunung tersebut. Sejak 1 Oktober 2020 hingga November 2020 tercatat letusan gunung berapi dengan rata-rata 40 gempa bumi per hari, dan gempa tersebut merupakan peristiwa utama Gunung Semeru.

Sementara itu, pada tanggal 20 November letusan gunung api cenderung menurun dan jumlah longsoran gempa meningkat.

Pada saat yang sama, gempa bumi hembusan terjadi rata-rata 100 kali sehari, dan jumlah gempa vulkanik yang tercatat dalam bentuk gempa vulkanik dalam, gunung api dangkal dan tremor sangat kecil.

4. Kejadian meletus 1 Desember 2020

Sumber : popmama.com

Pengamatan visual PVMBG menunjukkan jumlah longsoran gempa mengalami peningkatan, sedangkan longsoran awan panas yang terjadi di Gunung Semeru beberapa kali lebih besar.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral PVMBG menulis: “Alasan peningkatan adalah kubah lava yang tidak stabil di atasnya.” Selain itu, dari gempa hingga pukul 06.00 WIB pada Selasa, 1 Desember 2020, terjadi gempa longsor dan gempa awan termal longsor. didominasi oleh beberapa kali.

Baca juga : 8 Fakta Tanah Longsor di Kabupaten Sumedang

5. Potensi bencana

Sumber : pikiran-rakyat.com

Meski masih berstatus waspada level II, namun erupsi Gunung Semeru berpotensi menjadi ancaman bagi masyarakat sekitar. Berikut ini adalah beberapa potensi ancaman bencana Gunung Semeru yang harus diwaspadai oleh masyarakat.

Lempar batu pijar di sekitar puncak gunung. Bahan semprotan dengan kandungan abu dapat disebarkan lebih jauh sesuai dengan arah dan kecepatan angin.

Dari lubang atau ujung lidah lava ke tenggara dan selatan puncak gunung, terdapat potensi ancaman longsoran awan termal dan longsoran batuan. Jika turun hujan, dapat menimbulkan lahar di sungai dari area puncak.

Rekomendasi PVMBG untuk masyarakat

Berawal dari fakta-fakta tentang Gunung Semeru tersebut di atas, demi keamanan mohon diperhatikan rekomendasi KESDM PVMBG berikut ini. Pertama-tama, masyarakat, wisatawan atau wisatawan tidak boleh beraktivitas dalam radius 1 km dari puncak Gunung Semeru atau kawah.

Kedua, masyarakat, wisatawan atau wisatawan tidak boleh bergerak dalam radius 4 km dari bukaan kawah di tenggara. Ketiga, sangat perlu memperhatikan lahar dan awan panas lahar yang berjatuhan di sepanjang sungai atau lembah di puncak Gunung Semeru.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral PVMBG mengatakan: “Radius dan jarak proposal ini akan terus dievaluasi untuk memprediksi apakah ada tanda-tanda perubahan ancaman berbahaya.”

Related Post