Fakta Terbaru soal Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Sumedang


Fakta Terbaru soal Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Sumedang – Bus wisata Sri Padma yang membawa rombongan SMP Al Muaa’Wanah Subang tersebut menabrak jurang sedalam 20 meter di kawasan Tanjakan Cae Sumedang Wado, Jawa Barat sekitar pukul 18.50 WIB, Rabu (10/3).

Fakta Terbaru soal Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Sumedang

Sumber : kumparan.com

riveraengineering – Bus tersebut tidak beruntung dan mengangkut 66 penumpang. Dalam peristiwa itu, 29 orang tewas dan 37 penumpang berhasil dievakuasi.

Kecelakaan ini merupakan kecelakaan terparah di Sumedang karena merenggut banyak nyawa. Lantas, apa penyebab kecelakaan itu dan kemajuan penanganan kasusnya?

Dikutip dari kumparan berikut Fakta Terbaru soal Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Sumedang:

1. Bus Rombongan SMP yang Masuk Jurang di Sumedang Baru Pulang Ziarah dari Tasik

Sumber : liputan6.com

Direktur Biro Kesehatan Subang Dr Maxi berkata, rombongan itu baru saja kembali berziarah di beberapa tempat di kota Tasikmalaya. Ia tidak menyebutkan secara detail situs ziarah yang dikunjungi rombongan tersebut.

Maxi berkata: “Jumlah wisatawan atau peziarah adalah 66.” Bus ini merupakan bus tamasya bernomor polisi T 7591 TB yang mengangkut puluhan jamaah haji dan mengunjungi Sekolah Menengah IT Al Muawanah di Cisalak Subang.

Bus yang diangkut rombongan dari Pamijahan di Tasikmalaya usai menunaikan ibadah haji. Ini bisa diketahui dari label nama yang ditemukan di dekat tempat kejadian.

Baca juga : Sederet Fakta KLB Demokrat Diwarnai Bentrokan Usai Penetapan Moeldoko

2. Bus yang Terperosok Masuk Jurang di Sumedang Maksimal Berkapasitas 62 Penumpang

Sumber : jabar.inews.id

Supriyono, Kepala Seksi Operasi dan Alarm Kantor Wilayah Administrasi Khusus Jawa Barat, mengatakan bus wisata yang terisi penuh itu mampu menampung 62 penumpang.
Supriyono mengatakan: “Berdasarkan kursi bus yang penuh, kita hitung 62.”

Artinya bus membawa lebih banyak barang. Pasca kecelakaan, tim SAR segera mengevakuasi para korban yang terjebak di dalam bus. Ia memastikan tidak ada warga sekitar atau pengguna jalan lain yang juga menjadi korban kecelakaan maut.

Dia berkata: “Tidak, tidak ada yang terpengaruh oleh kecelakaan itu.” Seperti yang kita semua tahu, lokasi kecelakaan adalah jalan menurun yang panjang dengan bahunya dekat dengan jurang.

3. Identitas 29 Korban Tewas

Sumber : kumparan.com

Dalam kejadian tersebut, sebanyak 29 orang dilaporkan tewas. Seluruh korban dievakuasi ke ruang seremonial RSUD Sumeitang.

Berikut identitas mereka:
1. Yudi Awan (41), pengemudi
2. Dede Lili (46), kernet bus
3. Lidia Nur Hidayanti (13), pelajar
4. Syarif Munawar (40), guru
5. Aan Sukaesih (41), ibu rumah tangga
6. Jejen Jeraejin (41), guru
7. Arifha Qurota Aini (7), pelajar
8. Hana Nur Azizah (26), guru
9. Dinda Hani (15), pelajar
10. Gina (13), pelajar
11. Khoirunisa (14), pelajar
12. Widia Ningsih (14), pelajar
13. Resa, seorang pelajar
14. Hidayat (20), guru
15. Sari (28), mahasiswa
16. Ade (50), ibu rumah tangga
17. Nur Hakim (50), Wiraswasta
18. Cahya (15), pelajar
19. Gea , Bayi
20. Supriatin, ibu rumah tangga
21. Oktaviani, seorang pelajar
22. Amot (60), ibu rumah tangga
23. Wardi Alias Anwar (51), PNS
24. Ugi Zaenal, guru honorer
25. Riki Faisal Mubarok (25), guru honorer
26. Entin Supratin (15), pelajar
27. Aan Anwar Sadad (38), wiraswasta
28. Mamah
29. Euis

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo mengatakan, Mamah dan Euis tewas pada Kamis (11/3). Mereka dirawat di RSUD Sumedang.

4. Kepsek SMP di Subang dan Keluarganya Juga Tewas

Sumber : pikiran-rakyat.com

Di antara 29 korban, salah satu pimpinan SMP IT Al Muaa’Wanah Subang adalah Jejen Juraezin (41 tahun). Kabar kematian Jeyan dikomunikasikan oleh kerabatnya Ustaz Ridwan Khatiwan.
Ridwang berkata: “Setelah almarhum pergi, itu kerugian bagi para petani di Subang, khususnya di daerah Salak Barat.

Ridwan menuturkan, yang lebih menyedihkan lagi, keluarga Jizhan juga ada di dalam bus tersebut. Antara lain istri, anak, mertua, dan adik-adiknya. Ridwan tidak bisa mengingat nama keluarga Jejen.

Ia berkata: “Almarhum pergi haji bersama istri, mertuanya, anak-anak dan adik-adiknya hingga meninggal. Ini bahkan lebih disesalkan. Sejauh ini, jenazah masih tergeletak di kediamannya menunggu yang lain datang, “katanya..

5. Disdik Subang Tak Tahu SMP Al Muaa’Wanah Ziarah ke Tasik

Sumber : negaraviral.com

Tatang Komara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, mengatakan pihak Yayasan SMP tidak memberi tahu mereka soal ibadah haji di luar kota. Padahal, kegiatan ini sebaiknya tidak dilakukan selama pandemi COVID-19.

Tatang Komara mengatakan: “Acara ini bukan tur, tapi ziarah yang diselenggarakan oleh yayasan, kemudian ziarah kepada anggota yayasan. Hal ini tidak diketahui oleh pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subang.”

Tatang tidak menyinggung soal ziarah ke makam siswa SMP Pamijahan di Tasikmalaya. Namun Pamijahan merupakan kawasan ziarah yang menjadi salah satu daya tarik Gua Saffawardi yang terkenal.

Tatang mengatakan, ibadah haji biasanya dilakukan oleh beberapa yayasan atau pesantren di Subang. Tadan tidak menjelaskan apa yang akan dilakukan sekolahnya setelah insiden malang di kelompok sekolah menengah Al Muaa’Wanah itu..

6. Sopir Bus Kecelakaan di Sumedang Tak Tahu Rute Jalan

Sumber : merdeka.com

Direktur Transportasi Jabar Hery Antasari mengatakan rombongan bus siswa dan guru SMP IT Al Muaa’Wanah Subang berada di Tanjakan Cae, Wado, Sumedang, di jurang sedalam 20 meter yang merupakan kawasan rawan kecelakaan.

Hery mengatakan, pengemudi perlu memahami kontur jalan agar bisa memprediksi terjadinya kecelakaan. Karena jalur ini merupakan jalur alternatif. Selain mengetahui garis besar jalan, dia juga menilai fasilitas keselamatan di sekitar lokasi belum optimal.

Dia berkata: “Rute ini rawan kecelakaan. Pagar pembatas sudah ada, tapi pagar pembatas ini tidak cukup kuat untuk menjaga bus tetap berjalan hingga tenggelam ke jurang.

Dia melanjutkan: “Tanda pertama adalah pengetahuan pengemudi tentang rute (tidak tahu). Jika pengemudi tahu rute tersebut, mereka dapat meramalkan (kecelakaan).”

Hery mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi fasilitas yang dinilai bukan fasilitas terbaik, seperti menambah rambu lalu lintas untuk memprediksi kecelakaan.

7. Polisi Bakal Periksa PO hingga ATPM Bus

Sumber : kumparan.com

Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan polisi akan meminta perusahaan bus Sri Padma Kencana untuk mencari informasi dari agen eksklusif (ATPM) pemegang merek tersebut. Dia berkata: “Pasti minta informasi (bus PO), termasuk mendapat informasi dari ATPM.”

Sementara itu, Eko belum bisa menjelaskan penyebab kecelakaan itu. Menurut dia, polisi masih menangani TKP yang diperkirakan berlangsung dua hingga tiga hari.

Ia mengatakan: “Proses pengolahan TKP belum selesai. Prosesnya hanya memakan waktu dua hingga tiga hari.”

8. Polisi Olah TKP Bus Rombongan SMP Terjun ke Jurang

Sumber : kumparan.com

Polisi melakukan TKP di lokasi kecelakaan bus pada Kamis (11/3). Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan selama proses TKP dilakukan scan kondisi jalan dan dilakukan pelacakan ban. Dia berkata: “Pindai kondisi jalan, geografi dan kendaraan, serta jejak ban dan badan mobil di aspal.”

Eko belum bisa memastikan penyebab kecelakaan yang melibatkan unit bus tersebut. Menurutnya, pemrosesan TKP diperkirakan berlangsung dua hingga tiga hari.

Baca juga : Kronologi Kecelakaan Maut di Cilacap Bus Wisata Razka vs GranMax

9. Polisi: Lokasi Jatuhnya Bus ke Jurang Memang Bukan untuk Bus

Sumber : negaraviral.com

Kapolda Jabar dan Irjen Ahmad Dofiri (Ahmad Dofiri) membenarkan kondisi cuaca setelah hujan baik dan ada kecelakaan bus yang melibatkan siswa dan guru dari SMP IT Al Muaa’Wanah Subang.

Menurut informasi yang dihimpun, jika bus terisi penuh hanya mampu menampung 62 orang. Menurut Dofiri, profil jalan Tanjakan Cae di Wado tidak sesuai untuk jalur bus.

Dia berkata: “Tapi sudah jelas bahwa situasinya sendiri hujan kemarin. Maka jalan ini tidak cocok untuk bus. Jika kita lihat, ini adalah jalur alternatif.” Dia berkata: “Setahu saya, jalan ini tidak cocok untuk bus besar seperti ini.”

Terkait evakuasi bus, Dofiri mengatakan akan bekerja keras untuk mengevakuasi menggunakan crane. Bus itu jatuh ke jurang sedalam sekitar 20 meter. Dia berkata: “Sekarang kami mencoba, berharap menggunakan crane untuk mengangkatnya.”

10. Jasa Raharja Beri Santunan 50 jt

Presiden Direktur dan Direktur PT Jasa Marga, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa musibah ini.

“Saya turut berduka cita dan turut berduka cita atas kecelakaan itu. Lalu, saya janji kepada penumpang bus Jasa Raharja,” kata Budi.

Budi memastikan tim dari Jasa Raharja sudah berada di TKP. Selain itu, mereka juga akan memberikan santunan kepada para korban.

“Petugas Jasa Raharja sudah sedini mungkin berada di TKP bersama Polsek Sumedang, kemudian segera mendata almarhum dan memberikan surat jaminan kepada Psakma dan / atau RS yang memberikan perawatan kepada korban luka dan luka. Ia mendata ahli waris. dari KTP korban melalui NIK.

Budi mengatakan, Jasa Raharja akan segera menyelesaikan santunan kepada ahli waris korban sesuai ketentuan yang berlaku.

Berikut rincian kompensasi yang diberikan oleh Jasa Raharja:

Setiap korban berhak atas kompensasi berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (No. 11) sebagai bentuk perlindungan dasar pemerintah. 15, 15, 2017.

Sedangkan untuk korban meninggal dunia, masing-masing ahli warisnya berhak mendapatkan santunan sebesar 50 juta rupiah. Sementara bagi korban luka, mereka berhak mendapatkan penggantian biaya pengobatan hingga Rp 20 juta.

Related Post