Kondisi Terkini Banjir Jakarta, Bekasi dan Subang Belum juga Surut


Kondisi Terkini Banjir Jakarta, Bekasi dan Subang Belum juga Surut – Banjir di banyak bagian negara belum surut. Penyebabnya adalah intensitas curah hujan yang cukup tinggi dalam seminggu terakhir. Bahkan di banyak tempat, banyak warga yang memilih mengungsi.

Kondisi Terkini Banjir Jakarta, Bekasi dan Subang Belum juga Surut

Sumber : kompas.com

riveraengineering – Salah satunya terjadi di Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat. Menurut laporan, ada 7.397 orang mengungsi dari 6 jalan. Banjir di Karawang dipicu oleh curah hujan sedang dan limpasan dari Sungai Ciherang.

Sementara itu, banjir di 13 kabupaten di Kabupaten Sambas (Provinsi Kalimantan Barat) di Provinsi Kalimantan Barat (Provinsi Kalimantan Barat) juga disebabkan oleh luapan air dari daerah lain di hulu.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sejauh ini tiga kabupaten paling terdampak banjir.

Harian Pelaksana Harian (PLH) Kabupaten Sambas Kepala BPBD Yusran (Yusran) Selasa (“9/2/2021).

Di ibu kota sendiri, banjir telah merendam 7 Rukun Warga (RW) di Pejatentimur, Jakarta Selatan. Hingga hari ini (Selasa, 2/9/2021), warga yang mengungsi sudah mencakup 243 KK.

Lantas, bagaimana situasi banjir dan kondisi warga di Kampung Melayu, Jakarta Timur?

Berikut ini beberapa Informasi seputar Kondisi Terkini Banjir di Jakarta :

1. Banjir Belum Surut, 618 Warga Kampung Melayu Mengungsi

Sumber : merdeka.com

Kepala Desa Kampung Malayyu, Jakarta Timur, mengatakan hingga Selasa (9/2/2021), Kampung Malayyu di Jakarta Timur masih terlantar akibat banjir.

Setiawan mengatakan saat dihubungi di Liputan6.com di Jakarta hari ini: “Sampai pagi ini masih ada warga yang mengungsi.”

Dia mengatakan, total korban banjir hingga Selasa pagi sebanyak 618 jiwa atau 202 KK. Jumlah ini mencakup 334 orang dewasa, 63 orang lanjut usia, 123 anak dan 98 anak kecil.

Mereka masih menempati tempat evakuasi yang telah disediakan.

Setiawan mengatakan: “Warga mengungsi di lobi kantor desa, SDN Kampung Melayu, lobi Masjid Ittihadul Ikhwan RW 08, pos RW 07 dan lobi masjid RW 07 Ruhul Islam,” kata Setiawan.

Sebelumnya, Sabdo Kurnianto, Wakil Kepala BPBD Provinsi DKI Jakarta, mengatakan banjir dan banjir di banyak wilayah ibu kota disebabkan oleh hujan deras.

Dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 8 Februari 2021, Sabdo mengatakan: “Tingginya curah hujan di hulu menyebabkan meluapnya sungai Sante dan Qilión. Oleh karena itu, warga yang tinggal di bantaran sungai terkena dampak luapan.”

Baca juga : 5 Fakta Rumah Kontrakan Longsor di Cilodong Depok

2. Ketinggian Banjir di Pejaten Timur hingga 210 Sentimeter

Sumber : liputan6.com

Banjir juga menenggelamkan Kelurahan Pejaten Timur di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 243 keluarga juga terpengaruh.

Liputan6.com dan Lurah Pejaten Timur, Jakarta Selatan Rasyid Darwis (Jakarta Rasyid Darwis) pada Selasa (9/2/2021) mengatakan: “Menurut data WIB hingga pukul 07.00, masih ada 243 KK yang mengungsi. oleh banjir. ”

Ia mengatakan, banjir berdampak pada 7 rupee yaitu 03, 05, 06, 07, 08, 09 dan 10.

Ratusan keluarga ini masih mengungsi di banyak lokasi. Kedalaman banjir menurut Rashid berbeda-beda di setiap lokasi.

Dia menjelaskan: “RW 05 dari dalam 40 cm menjadi 210 cm, RW 08 dari dalam 200 cm,”

3. Banjir Subang, 35.827 Orang Mengungsi

Sumber : aksi.id

Sejak Minggu (7/2/2021) hingga hari ini, Selasa (9/2/2021), sebanyak 5.764 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Subang, Jawa Barat mengungsi dengan total 35.827 jiwa.

Budi Budiman Wahyu, Manajer Pusat Penanggulangan dan Operasi Bencana Pusdalop PB-BPBD Provinsi Jawa Barat, mengatakan sebanyak 15.014 rumah terdampak banjir akibat hujan deras dan banjir intensitas tinggi sehingga menyebabkan banjir terus menerus di wilayah tersebut. Sungai Cipunagara.

Budi mengatakan: “ Pusdalops PB BPBD Provinsi Jawa Barat berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan asesmen, serta mendistribusikan layanan logistik kepada para korban yang terkena dampak. ”

Berdasarkan data Pusdalop PB-BPBD Jawa Barat hingga pukul 23.30 WIB tanggal 8 Februari 2021, banjir melanda 11 kabupaten.

Diantaranya Kecamatan Pamanukan, Kecamatan Chayatham, Kecamatan Buranakan, Kecamatan Sukarsari, Kecamatan Legon Kulun, Kabupaten Subang, Kecamatan Chibogo, Kecamatan Chipnagara, Kecamatan Pabuk Aran, Kecamatan Patok Bessi dan Kecamatan Tambak Dahan.

Budi menambahkan, dari 11 ruas jalan yang terdampak banjir, 75 desa atau kelurahan di Kabupaten Subang sudah tercakup. Sehari sebelumnya, tak hanya banjir, lima kali longsor juga terjadi di Bupati Subang.

4. Banjir Indramayu Meluas ke 24 Kecamatan

Sumber : jabar.tribunnews.com

DAS Sungai Chimanuk, Chipanas, Chiparang dan Chilarana di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tergenang air akibat banyaknya drainase dari hulu. Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Provinsi Jawa Barat, 24 ruas jalan di Indramayu terdampak banjir.

Budi Budiman Wahyu, Manajer BPBD Pusdalops Jawa Barat, mengatakan ratusan rumah terendam banjir dan 5.450 orang mengungsi.

Budi mengatakan, Selasa (9/2/2): “Pengungsi total 5.450.”

Data sementara menunjukkan ada 327 rumah terdampak banjir di Desa Bojongsari, Kabupaten Indramayu. Pada saat yang sama, 342 rumah terendam banjir di Desa Peng’anrang.

Telah menjadi pengungsi di banyak tempat. Diantaranya Masjid Annur Kertanegara, Sekolah Vokasi Muhammadiyah Haurgeulis, Masjid Al Fuqron Haurgeulis, Masjid Al Istiqomah, Sekolah Dasar Gandamulya Haurgeulis, Sekolah Menengah PUI Haurgeulis, Sekolah Vokasi Al Irsyad Cipancuh, SDN I Haurgeulis, Sumber Mulya dan Lebak Sukajati.

BPBD Jabar telah berkoordinasi dengan BPBD Indramayu untuk melakukan kajian cepat di lokasi banjir. Selain itu, warga sekitar juga berinisiatif meningkatkan limpasan sungai agar air tidak mengalir ke kawasan pemukiman.

Budi mengatakan: “Pusdalops PB BPBD di Jawa Barat sedang melakukan penilaian cepat dan evakuasi kabupaten Haurgeulis.”

Baca juga : 5 Dampak Banjir dan Longsor di Kota Manado dan Minahasa Utara

5. Banjir di Karawang Meluas ke Puluhan Desa

Sumber : pikiran-rakyat.com

Banjir di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat menyebar dari 16 ruas jalan hingga puluhan desa. Banjir dalam sepekan terakhir membuat 7.397 orang mengungsi.

Dalam laporan BPBD BPBD Pusat Pengendalian dan Operasi Bencana (Pusdalops) Jawa Barat pada Senin, pukul 21.00 WIB, banjir menyebar dari sebelumnya 10 kabupaten menjadi 6 kabupaten.

Enam ruas jalan tersebut adalah Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Banyuasri, Kabupaten Cilamaya Kulon, Kabupaten Batujaya, Kabupaten Cilebar dan Kabupaten Pakisjaya.

Banjir terparah yang tercatat di Kecamatan Cikampek terjadi tepatnya di pusat desa Duanuan dimana 1.662 atau 3.453 orang terdampak. Jumlah pengungsi 3.453 orang. Ketinggian air antara 40-150 cm.

Apalagi di Jalan Telangjambe Barat tepatnya di Desa Karangligar. Ada 708 kepala keluarga (KK) atau 2.098 jiwa terdampak banjir. Ketinggian air mencapai 20-150 cm.

Total warga terdampak banjir Karawang mencapai 10.963 KK atau 31.928 jiwa. Pada saat yang sama, 8.011 rumah, 12 gereja, 8 sekolah dan 410 hektar sawah terdampak.

Budi Budiman Wahyu, pengelola BPBD BPBD Pusdalops Jawa Barat, mengatakan dalam keterangannya yang dikutip Selasa (9/2/2021), “Jumlah pengungsi 3.225 KK atau 7.397 jiwa.”

6. Status Banjir Bekasi, Siaga Bencana

Sumber : liputan6.com

Banjir yang melanda Bupati Bekasi, Jawa Barat, tersebar di 97 titik di 17 desa di 12 kecamatan. Henri Lincoln, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bekasi, mengatakan situasi banjir terkini di Kabupaten Bekasi masih dalam kondisi siaga bencana.

Lincoln mengatakan: “Karena banjir di satu desa tidak terjadi di semua desa, situasi masih terkendali dan masih bisa kami tangani. Situasi ini dalam keadaan siaga bencana. Belum ditingkatkan menjadi tanggap darurat bencana,” Selasa (9/2 / 2021).

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Said, Direktur BPBD Dinas Penanggulangan Bencana dan Penanggulangan Bencana Bekasi menjelaskan, jika sebagian besar desa dan jalan mengalami banjir besar, status tanggap darurat bencana bisa diterapkan.

Indikator lain dari keadaan tanggap bencana adalah dibutuhkan waktu beberapa hari sampai aliran air surut.

Ia mengatakan: “Situasi banjir di Kabupaten Bekasi saat ini terkendali dan genangan masih mengalir.”

Related Post