Pernyataan Menaker saat Penanganan Dampak Covid-19 Tuai Hasil Positif


Pernyataan Menaker saat Penanganan Dampak Covid-19 Tuai Hasil Positif – Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai telah memungkinkan pemerintah untuk melanjutkan upaya mengatasi dampaknya. Upaya tersebut dilakukan di berbagai departemen, salah satunya di departemen ketenagakerjaan.

Pernyataan Menaker saat Penanganan Dampak Covid-19 Tuai Hasil Positif

Sumber : jpnn.com

riveraengineering – Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan sepanjang tahun 2020, upaya pemerintah mengatasi dampak Covid-19 di sektor ketenagakerjaan berdampak positif bagi pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Salah satunya adalah 10 prosedur yang diterapkan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) melalui pelatihan.

Ida mengatakan, rencana vaksinasi Covid-19 yang saat ini tengah dijalankan pemerintah juga berperan penting agar sektor ekonomi tidak terpuruk saat pandemi.

Menteri Sumber Daya Manusia menyampaikan pada rapat kerja (tenant) yang diadakan oleh Komite RI Kesembilan Demokratik Rakyat Gedung DPR Senayan: “Menghadapi tahun 2021 kita harus optimis dan berjiwa optimis. Capai pertumbuhan ekonomi yang positif di tahun 2021. ” Jakarta, Senin, 15 Maret.

Berikut sederet Pernyataan Menaker saat Penanganan Dampak Covid-19 Tuai Hasil Positif yang dihimpun dari liputan6.com:

1. 10 Program Kemnaker

Sumber : priangantimurnews.pikiran-rakyat.com

Menurut Menaker Ida, hasil positif yang didapat dari penanganan dampak Covid-19 tidak terlepas dari berbagai rencana yang dilaksanakan Kementerian Ketenagakerjaan untuk memulihkan sektor ketenagakerjaan Covid-19.

Sepuluh program termasuk pelatihan kejuruan dengan metode pelatihan campuran, melibatkan 121.049 orang, magang industri (19.475), pelatihan peningkatan produktivitas pekerja (11.346), sertifikasi kompetensi (749.307), penempatan pekerja rumah tangga (836.181), dan pekerjaan di luar negeri (112.700)), pekerjaan baru pelatihan wirausaha (212.260), inkubasi bisnis (4.080), padat karya (106.014) dan latihan kesehatan pekerja (24.000).

Baca juga : Fakta Terbaru soal Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Sumedang

2. Sasaran dan Capaian Program

Sumber : antaranews.com

Didampingi Sekretaris Jenderal Anwar Sanusi, Menteri Tenaga Kerja, dan beberapa pejabat kelas satu Kementerian Ketenagakerjaan, Menaker Ida mengatakan, target angka yang direncanakan itu ditangani oleh Dinas Tenaga Kerja.

Dia mengatakan: “Kementerian Tenaga Kerja menargetkan 2.196.412 orang untuk menangani dampak COVID-19.”

Menaker Ida menambahkan, program PEN untuk sektor ketenagakerjaan melibatkan 32.421.400 orang. Rencana tersebut mencakup total 12.265.437 bantuan subsidi pekerja / buruh / upah, kartu pra-kerja (5.509.055), bantuan produksi untuk usaha mikro (12 juta) dan kementerian / lembaga padat karya (2.6464.948)).

Oleh karena itu, lanjutnya, upaya pemerintah untuk memitigasi dampak pandemi COVID-19 di sektor ketenagakerjaan, baik dari rencana Kementerian Ketenagakerjaan yang ada maupun dukungan PEN, telah menargetkan sebanyak 34.617.852 orang.

Menaker Ida mengatakan: “Pencapaian ini telah melampaui penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19 yang disurvei oleh BPS dan mencapai 29,12 juta orang.

3. Usia Kerja Terdampak Covid-19 Berasal dari Pengangguran

Sumber : merdeka.com

Menaker Ida juga mengungkapkan bahwa 29,12 juta penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 menganggur akibat Covid-19, dan sebanyak 2,56 juta penduduk tidak bekerja (BAK) akibat Covid-19 (760.000).

Pada saat yang sama, mereka tidak bekerja karena Covid-19 (1,77 juta), sementara jam kerja dipersingkat karena Covid-19 (24,03 juta).

Dia mengatakan: “Total penduduk usia kerja adalah 2.0297 juta. Proporsi penduduk usia kerja yang terkena Covid-19 adalah 14,28%. Angkatan kerja yang terkena Covid-19 adalah 20,51%.”

4. Menaker Upayakan Calon Pekerja Migran Dapat Kuota Khusus Kartu Prakerja 2021

Sumber : liputan6.com

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mendorong calon Tenaga Kerja Indonesia (CPMI) mendapatkan kuota program “Kartu Pra Kerja” pada 2021. Insentif dirancang untuk meningkatkan kemampuan CPMI.

“Ini salah satu upaya untuk meningkatkan kapabilitas CPMI. Saya yakin dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan TKI, menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kapabilitas CPMI. Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah pada Selasa (16/3) rapat kerja dengan Komite IX DPR RI Gedung DPRD Senayan di Jakarta.

Menaker Ida menyatakan telah menyetujui adanya kuota khusus untuk peningkatan CPMI sejak penyusunan Peraturan Menteri Perekonomian Nomor 11 Tahun 2020 tentang pengembangan kapasitas kerja tahun 2020 melalui rencana kartu pra kerja. Namun, itu ditunda karena pandemi Covid-19.

Ia mengatakan: “Jadi sampai saat ini, kami belum mewujudkan keinginan kami untuk mendapatkan alokasi atau kuota CPMI. Kami terus mendorong CPMI untuk mendapatkan kuota kartu pra kerja.”

Menda Ida mengatakan ada delapan platform digital yang menerapkan program kartu pra kerja, di antaranya SISNAKER, Tokopedia, Akademi Keterampilan, Metode Pembelajaran, Bukalapak, Pintaria, Sekolah.mu dan Pijar Mahir.

Dia berkata: “SISNAKER adalah satu-satunya platform digital milik pemerintah yang menerapkan program kartu pra-kerja. Dalam posisi kami, Kementerian Ketenagakerjaan merupakan salah satu platform digital milik pemerintah. ”

Baca juga : Fakta-fakta atas Opini PKS soal Ekonomi Indonesia

5. Pendataan Tenaga Kerja

Sumber : disnaker.bulelengkab.go.id

Dalam pertemuan itu, ia juga menyinggung tiga upaya yang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan untuk mendukung program izin kerja tahun 2020.

Pertama, mengumpulkan data pekerja terdampak Covid-19 sebagai standby list program kartu pra kerja bagi 2,175 juta orang termasuk CPMI.

Kedua, penerbitan penduduk tetap Nomor 17 Tahun 2020 melibatkan proses bisnis, pendaftaran, seleksi dan penetapan penerima hak besar dan menengah melalui metode off-net yaitu Perpres Nomor 76 Tahun 2020 dan Perpres 11 tahun 2020 Koordinasi derivasi menteri.

Ketiga, Sisnaker adalah satu-satunya platform digital pemerintah dan mitra program Kartu Pra-Kerja, menyediakan transaksi pelatihan untuk 586.049 penerima Kartu Pra-Kerja online.

Related Post