5 Fakta Vaksin Covid-19 Sinovac


5 Fakta Vaksin Covid-19 Sinovac – Mulai hari ini Rabu, vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Sinovac CoronaVac telah disuntikkan di Indonesia.

5 Fakta Vaksin Covid-19 Sinovac

Sumber : kompas.com

riveraengineering – Presiden RI atau sering disapa Jokowi menjadi orang indonesia pertama yang divaksinasi Covid-19. Proses vaksinasi berlangsung pukul 10.00 di Istana Kepresidenan (WIB) Jakarta.

Dikutip dari kompas.com , BPOM juga mengeluarkan emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Sinovac agar bisa digunakan di Indonesia. Perlu ketahui 5 Fakta Vaksin Covid-19 Sinovac di Indonesia berikut ini:

1. Efikasi vaksin 65,3 persen

Sumber : ugm.ac.id

Kepala BPOM, Dr. Ir Penny K Lukito, mengatakan bahwa mulai Senin, vaksin Sinovac resmi mendapatkan izin emergency use authorization (EUA).

Ia mengatakan efikasi vaksin Sinovac adalah 65,3%. Penerbitan lisensi vaksin Covid-19 Sinovac didasarkan pada data pemantauan dan hasil analisis uji klinis yang dilakukan di Indonesia, serta hasil uji klinis yang dilakukan di Brazil dan Turki.

Penny mengatakan, dari keberhasilan analisis hasil tes tersebut, terlihat vaksin Covid-19 Sinovac memiliki kemampuan membentuk antibodi di dalam tubuh. Penny menyatakan dalam kesempatan ini vaksin CoronaVac yang diproduksi oleh Sinovac China memiliki efikasi 65,3%.

Penney menjelaskan: “Analisis efektivitas vaksin CoronaVac dalam uji klinis di Bandung menunjukkan bahwa efek vaksin tersebut 65,3%.”

Pada saat yang sama, menurut laporan pengujian Turki, kemanjuran vaksin Covid-19 Sinovac adalah 91,25%, dan di Brasil 78%.

Penny menegaskan, meski masih lebih rendah dibanding dua negara lainnya, namun hasil uji klinis vaksin Sinovac Biotech Ltd sudah memenuhi syarat standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), di mana minimal efikasi harus 50%. Ia mengatakan: “Efikasi 65,3% dari hasil uji klinis Bandung menunjukkan bahwa vaksin ini mampu menurunkan kejadian Covid-19 sebanyak 65,3%,” ujarnya.

Baca juga : Fakta-Fakta di Balik Hoaks soal Vaksin dan Covid-19

2. Kemampuan memicu sistem imun tinggi

Sumber : health.kompas.com

Penny K Lukito, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), mengatakan vaksin Sinovac yang diuji coba pada uji klinis tahap ketiga di Bandung sudah menunjukkan hasil yang baik dari segi imunogenisitas atau kemampuan menetralkan atau membunuh virus.

Penny mengatakan pada konferensi pers virtual: “Pada uji klinis fase ketiga di Bandung, imunogenisitas menunjukkan hasil yang baik.” Efeknya terlihat dari pembentukan antibodi dalam tubuh setelah vaksin.

Setelah itu, periksa apakah antibodi tersebut dapat menetralkan virus SARS-CoV-2. Penny menjelaskan, vaksin Sinovac menunjukkan kemampuan 99,74% membentuk antibodi 14 hari setelah injeksi.

Kemudian tiga bulan setelah penyuntikan, hasil antibodi masih 99,23%. Penny menjelaskan: “Ini menunjukkan bahwa hingga tiga bulan, orang yang telah divaksinasi masih memiliki antibodi yang tinggi, yakni 99,23%.”

Seperti diketahui, uji klinis fase III yang diadakan di Bandung melibatkan 1.600 orang relawan. Hasil uji klinis ini menjadi dasar dikeluarkannya izin resmi penggunaan darurat vaksin Covid-19 Sinovac dari BPOM.

3. Sertifikasi halal Vaksin Sinovac

Sumber : jatim.antaranews.com

Komite Fatwa Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan peringatan tentang kehalalan vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac.

Pada Senin (11/1/2021), Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat (UE), sehingga mengeluarkan undang-undang dan peraturan tersebut.

Dalam Fatwa MUI: 02 Februari 2021 melibatkan produk vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science Co. MUI menyatakan bahwa China Co., Ltd. dan PT Bio Farma (Persero) menyatakan vaksin tersebut legal dan halal.

Selama ahli yang andal dan kompeten menjamin keamanannya, vaksin ini juga bisa digunakan untuk umat Islam.

4. Efek samping

Sumber : merdeka.com

Menurut analisis hasil uji klinis vaksin, Sinovac masih menimbulkan efek samping. Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan pada konferensi pers online, Senin (11/1/2021): “Secara umum, vaksin corona acne aman, dan timbulnya efek samping ringan hingga sedang.”

Kata Penny kepada warga setempat. Efek samping yang disebabkan oleh vaksin Sinovac adalah nyeri, iritasi dan bengkak. Pada saat yang sama, efek samping sistemik termasuk nyeri otot, kelelahan dan demam.

Kemudian dilaporkan bahwa kejadian efek samping seperti sakit kepala, penyakit kulit atau diare hanya 0,1% sampai 1%.

Penny berkata: “Efek samping ini adalah efek samping yang tidak berbahaya dan dapat disembuhkan. Oleh karena itu, subjek yang menerima plasebo juga mengalami efek samping tersebut secara keseluruhan.”

Baca juga : 7 Fakta Penting Virus Corona Yang Wajib Diketahui

5. Kelompok yang tidak bisa disuntik vaksin

Sumber : kompas.com

Dalam Surat  HK.02.02 / 4/1/2021, mengenai pelaksanaan teknis vaksinasi dalam kasus pandemi Covid-19, terdapat beberapa syarat yang membuat vaksin Covid-19 tidak tersedia untuk seseorang.

Rekomendasi itu hanya untuk vaksin Sinovac dan menurut rekomendasi dari PAPDI.

  • Hasil pengukuran tekanan darah 140/90 atau lebih.
  • Pernah tertular Covid-19
  • Sedang hamil
  • Mengalami gejala ISPA
  • Ada anggota keluarga dalam perawatan karena Covid-19
  • Memiliki riwayat alergi berat
  • Sedang mendapatkan terapi aktif
  • Mempunyai penyakit jantung
  • Menderita penyakit autoimun sistemik
  • Menderita penyakit ginjal
  • Menderita penyakit reumatik autoimun atau rhematoid arthritis
  • Menderita penyakit saluran pencernaan kronis

Vaksinasi ditunda apabila:

Demam, tunda hingga pasien dapat sembuh dan positif Covid-19

Menderita penyakit paru-paru seperti asma, COPD dan tuberkulosis. Saat kondisi pasien membaik, vaksin baru bisa digunakan.

Related Post