8 Fakta Ilmiah Tentang Banjir


8 Fakta Ilmiah Tentang Banjir – Banjir merupakan bencana alam yang cukup umum terjadi. Namun faktanya masalah air bisa menyebabkan kerugian yang sangat besar. Banjir yang terjadi belakangan ini diharapkan tidak menimbulkan kerugian besar dan akan segera berakhir.

8 Fakta Ilmiah Tentang Banjir

Sumber : idntimes.com

riveraengineering – Tidak perlu masalah yang rumit untuk menyebabkan masalah ini. Hanya dengan curah hujan yang tinggi banjir bisa datang. Tentu ada banyak faktor lain yang menjadi penyebab banjir dan membagi banjir menjadi beberapa jenis. Berikut ini adalah Fakta Ilmiah Tentang Banjir yang di kutip dari idntimes.com :

1. Banjir yang paling umum terjadi adalah banjir overbank

Sumber : idntimes.com

Banjir banjir dapat dikatakan sebagai banjir beban. Air yang dibuang dari sungai tidak dapat lagi dikumpulkan dan diarahkan, sehingga meluap ke daerah lain. Biasanya hal ini terjadi saat curah hujan tinggi atau ada sesuatu yang menghalangi aliran air di sungai.

Untuk dataran datar, air biasanya menyebar perlahan, dan tidak mungkin menyebar hanya di dekat sungai. Di dataran tinggi atau pegunungan, air bergerak lebih cepat dengan kecuraman tanah, dan terjadi dalam waktu yang singkat.

Baca juga : 5 Fakta Vaksin Covid-19 Sinovac

2. Banjir bandang adalah banjir paling umum

Sumber : cnnindonesia.com

Ini adalah banjir alami karena hujan lebat dan hujan lebat. Banjir Bataan terjadi sangat cepat sehingga sangat sulit untuk diperingatkan. Diperkirakan akan terjadi banjir dalam waktu kurang dari enam jam. Ciri khas banjir adalah air mengalir sangat deras dan sangat berbahaya.

Menurut catatan, Banjir Badang bisa mencapai kecepatan 434 kilometer per jam yang mampu menarik bebatuan besar. Puing-puing yang terseret oleh banjir adalah masalah lain.

3. Ada pula banjir dikarenakan es

Sumber : idntimes.com

Karena wilayah kecil yang tertutup salju, Indonesia hampir tidak pernah mendengar banjir seperti itu. Namun, di beberapa negara, banjir es itu sendiri merupakan masalah. Banjir terjadi karena air mengendap dan terakumulasi di es, yang kemudian membentuk bendungan hingga air meluap ke daerah lain.

Akhirnya gunungan es ini akan meledak dan mengalir untuk menghancurkan semua yang ada di lintasinya. Belum lagi es besar yang diambil, menyebabkan lebih banyak kerusakan.

4. Banjir juga bisa terjadi di dekat laut

Sumber : bali.bisnis.com

Banjir pesisir biasanya dikaitkan dengan tsunami, di mana banjir berasal dari air laut dalam jumlah besar. Penyebab paling umum adalah badai atau tornado di laut. Kubah yang terbentuk memiliki diameter maksimal 7,6 meter, dan jika mencapai garis pantai pasti akan terjadi kerusakan parah.

5. Penyebab banjir bisa datang dari kesalahan manusia

Sumber : kompas.com

Diantara masalah tersebut adalah bendungan tidak kuat atau tidak dapat menahan air, sampah yang menyumbat pintu bendungan dan struktur perkotaan yang tidak tepat. Struktur yang lemah akan memperkuat saluran air dan membuat aliran banjir menjadi tinggi.

6. Berada di daratan tinggi adalah langkah terbaik menghindari banjir

Sumber : 99.co

Laporan Badan Perlindungan Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa melawan arus adalah penyebab utama korban jiwa akibat banjir. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak melakukan ini, yang terbaik adalah menghindari banjir di dataran tinggi. Sangat disarankan untuk mengangkat peralatan listrik dan menjauhkannya dari air.

7. Banjir terparah tercatat terjadi di Tiongkok

Sumber : liputan6.com

Sejarah banjir terparah tercatat di Sungai Ru pada tahun 1975. Curah hujan yang tinggi sepanjang hari menghancurkan bendungan di sungai, sehingga mempercepat aliran air dan merusak bendungan lainnya. Sebanyak 62 bendungan rusak dan 230.000 orang meninggal.

Baca juga : Kerugian Banjir di Jakarta diperkirakan melebihi Rp10 triliun

8. Pemanasan Global

Sumber : kurio.id

Sebuah studi tahun 2013 menunjukkan bahwa banjir di Afrika , Asia Tenggara, daerah India dan wilayah Andes adalah akibat dari pemanasan global. Padahal, di kawasan glasial, mencairnya es akibat pemanasan global menyebabkan banjir bergerak cepat hingga ke dataran rendah. Masalah ini bisa dilihat di Himalaya dan Andes. Banjir gletser ini terjadi di kawasan Everest pada tahun 2016.

Jika Anda tahu penyebabnya, Anda bisa mengatasi banjir. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui penyebab utama banjir untuk menemukan metode penanganan yang tepat. Diharapkan daerah-daerah di Indonesia yang sering dilanda banjir bisa menemukan solusi yang tepat.

Related Post