Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas


Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas – Bisri Efendi ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di tokonya oleh seorang karyawan pada Sabtu (021/2/2). Waktu ditemukan, jasad Bistri terbaring telentang di depan kamar, kakinya diikat dengan lakban, dan kepalanya ditutup dengan sarung.

Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas

Sumber : regional.kompas.com

riveraengineering – Beberapa hari setelah ditemukannya jenazah Bisri, polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan pada Rabu (3/2/2021) pagi. Pelaku adalah Y (21), dan dia tetangga korban.

Berdasarkan hasil penyidikan polisi, diketahui Y masuk toko pada pukul 17.00 pada Jumat (WIB) (26/2/2021). Saat itu, Y datang ke toko Bisri dan pura-pura pergi ke toko.

Namun, Y tidak keluar dari toko tersebut, melainkan memilih bersembunyi di dalam toko tersebut. Sekitar pukul 21.00 WIB, Bistri menutup tokonya tanpa menyadari Y masih ada di dalam toko tersebut.

Tak lama kemudian, Y bersembunyi dan menunggu Bisri masuk ke sebuah ruangan yang terletak di pojok toko. Untuk menguji apakah Bisri tertidur, Y meletakkan barang di bengkel beberapa kali. Ternyata Bisri keluar dari kamar dan Y melecehkan kakek berusia 71 tahun itu.

Kapolsek Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, Y memukul Bisri dengan senjata tumpul. Leo berkata: “Salah satu penyebabnya adalah korban belum tidur.”

Ia mengatakan kepada kompas.com, bahwa senjata tumpul yang digunakan untuk memukul tubuh Bisri adalah kepalanya. Salah satu buktinya, saat ditemukan jenazah Bisri, polisi menemukan kepala yang dipotong menjadi tiga bagian. Ada darah di kepala. Leo berkata: “Sering kali sudah jelas.”

Terekam CCTV

Sumber : jatimtimes.com

Mengenakan topeng dan hoodie, Y rupanya melakukan pencurian dan membuka laci kasir toko. Aksinya terekam oleh CCTV di toko tersebut. Leo membenarkan bahwa Y bersalah atas pencurian. Namun, dia tidak menyebutkan jumlah uang yang dicuri Y.

Selain itu, Leo tidak menjelaskan bahwa pencurian itu dilakukan sebelum atau sesudah pelaku menyerang pemilik toko. Leo berkata: “Pada prinsipnya, pelaku meninggalkan toko dengan sejumlah uang. Kami akan mengkomunikasikan detail lengkap kasusnya nanti setelah kasusnya dipublikasikan.”

Berdasarkan rekaman CCTV, Y meninggalkan toko tersebut pada Sabtu (17/1) WIB (27/2/2021). Leo Bisri (Leo Bisri) mengatakan: “Yang jelas tersangka sering berbelanja di toko korban. Makanya tersangka tahu persis siapa pemilik toko itu.” Kemudian, dia ditetapkan sebagai tersangka. Rabu ( 3/3/2021), kami menerima pekerjaan persiapan rekonstruksi.

Leo mengatakan usai memimpin proses pra rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) pada Rabu malam (3/3/2021): “Hasilnya, malam ini penyidik ​​telah mengidentifikasi tersangka pelaku yang kami tangkap tadi pagi.”

Le menuturkan, ada tiga adegan utama di toko Bisri, yakni cara masuk ke toko, menarik uang dari laci, dan memaksa Bisri. Leo berkata: “Dalam semua proses dari memasuki toko hingga meninggalkan toko, penyelidik memintanya untuk menunjukkan 27 adegan.”

Baca juga : Ancaman Pembunuhan Terhadap Amanda Manopo

Pembunuh Ditangkap

Sumber : regional.kompas.com

Polisi melakukan penangkapan tersangka kasus pencurian dan kekerasan yang menewaskan Bisri Efendi, seorang penjaga toko di Blitar. Kapolres dwibahasa AKBP Leonard M Sinambela (Leonard M Sinambela) mengatakan, tersangka ditangkap pada Rabu (3/3/2021) pagi. Leonard mengatakan: “Tim gabungan Polda Jatim dan Satreskrim Polsek Blitar telah menemukan tersangka.”

Leo tidak memberikan identitas tersangka. Menurut dia, tersangka adalah warga yang tinggal di sekitar toko tersebut. Terkait motif pelaku, polisi menduga kematian Bisri disebabkan oleh pencurian.

Ia menjelaskan: “Kami menduga tindak pidana yang terjadi adalah tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian korban.” Saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan mendalam.

Polisi belum menetapkan tersangka pelaku sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Dia berkata: “Penyidik ​​masih melakukan pemeriksaan mendalam 1×24 jam untuk membuktikan perilaku tersangka kriminal.”

Sembunyi Sampai Toko Tutup

Sumber : regional.kompas.com

Polisi menyelidiki banyak kamera pengintai atau rekaman televisi sirkuit tertutup di toko korban. Dari video CCTV di teras toko, tersangka memasuki toko pada Jumat (WIB) pukul 17.10 pada Jumat (26/2/2021).

Saat itu, pelaku berpura-pura menjadi pembeli. Setelah memasuki ruangan, tersangka bersembunyi sampai Bisri menutup tokonya. Sekitar jam 9 malam, tersangka mulai melakukan tindakan.

Leo mengatakan: “Tersangka pelaku berpura-pura menjadi pembeli, kemudian bersembunyi di dalam toko hingga toko tutup dan memulai operasi sebelum memasuki TKP.” Saat ditanya tentang identitas pelaku yang tersebar di media sosial, Polres Blitar Departemen Kepala Badan Reserse Kriminal AKP Dony Bara’langi membenarkan bahwa yang diduga melakukan pembunuhan adalah Y (21).

Sebelumnya, Korban ditemukan tidak bernyawa di tokonya yang terletak di Blitar, Sabtu (27/2/2021) sekitar pukul 7 pagi. Ketika salah satu karyawannya yang berprestasi ditemukan, jenazah Bisri terbaring telentang, di pintu kamar, kakinya diikat dengan selotip. Kepala ditutupi dengan sarung. Setiap hari, kakek dari lima cucu ini tidur di sebuah kamar di gedung tokonya.

Baca juga : Fakta 2 Wanita yang di duga Dibunuh Oknum Polisi di Medan

Polisi Periksa 15 Saksi

Sumber : news.detik.com

Polisi masih menyelidiki kematian pemilik toko Bisri Efendi (71 tahun), tangan dan kakinya di tokonya di Desa Jatimon, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Bltarm, Jawa Timur. Ikat dengan lakban, Selasa (27/2/2021). Terkait hal tersebut, polisi memeriksa 15 saksi, termasuk keluarga korban, karyawan toko, pekerja lepas, pekerja konstruksi, dan mandor.

Kapolsek Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, saksi yang ditanyai adalah empat karyawan bengkel, empat pekerja lepas, beberapa pekerja konstruksi beserta mandornya serta anak-anak kedua korban.

Tukang bangunan dan mandornya juga diperiksa, karena beberapa kali sebelum kejadian, korban telah menyewa seorang tukang untuk melakukan banyak renovasi pada bangunan tokonya. Leo mengatakan jumlah saksi yang dimintai pertambahan, termasuk saksi yang bekerja di toko korban.

Leo berkata: “Kami masih menyelidiki kemungkinan karyawan yang dulu bekerja di toko korban, tapi sekarang mereka tidak lagi bekerja di sana. Kami akan bawa masuk.”

Leo mengatakan, selain saksi tersebut, pihaknya juga akan memanggil dua putra perempuan dari Bisri untuk bersaksi. Sementara itu, polisi menduga korban tewas akibat pukulan di kepala secara tumpul. Dari TKP, polisi menemukan pegangan yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh korban.

Pegangan adalah barang yang dijual oleh korban di tokonya. Dia berkata: “Kami sedang menggunakan tes laboratorium forensik untuk verifikasi. Ya, ini kemungkinan (pegangan cangkul).”

Related Post